Wednesday, 2 December 2015

SAEED'S HISTORY



SAEED'S HISTORY
*******************






THE FIRST AND THE FOUNDER
*
SAEED berdiri pada tanggal 23 oktober 1998 yang di pelopori oleh seorang yang cerdas yaitu Kang Omay. Beliau merupakan pencetus berdirinya SAEED sekaligus Presiden per­tama. Beliau merupakan pioneer yang mencoba untuk mem­buka jiwa dan hati mahasiswa untuk menciptakan Bond of Brotherhood and Sense of Belonging to SAEED. Dalam kepen­gurusannya Mr. Omay Komarudin seharusnya hanya menjabat satu tahun, tetapi disebabkan adanya deadlock regenerasi, hingga tahun 2000-lah beliau memimpin. Suasana intelekutu­al muncul pada masa ini, pada periode ini ada 4 bidang yang menjadi andalan dalam mengatur roda pemerintahan yaitu Bidang I (Pengembangan nalar), Bidang II (Pengembangan Po­tensi dan Jurusan), Bidang III (Pembinaan Aparat dan Organ­isasi), dan Bidang IV (Kesejahteraan dan Pengabdian).


THE THIRD YEAR
**
Periode 2000-2001, di pimpin oleh Mr. Dadang Solihat. Ia mengelola SAEED dengan penuh seman­gat dan pantang menyerah. Adapun program yang men­jadi andalan yaitu pelatihan organisasi dan kaderisasi seperti program 3 PD (diklat penulisan, penyiaran dan protokoler) baksos, bursa buku, siaran radio bahasa Inggris dan seminar kewanitaan.


THE WOMAN AGE
***
Masa selanjutnya (2001-2002) dipimpindarikalangankaumhawa, Miss Khoerunissa namanya. In menandakan bahwa di dalam SAEED tidak pernah adanya pendikotomian gender.Teh Ica, biasa ia di panggil lebih menekankan dalam ability of English for student, hingga ia dapat melakukan study comparative dengan IAIN AlaudinMakasar.



THE FOURTH PRESIDENT
****
Padatahun 2002-2003, di pegang oleh seorang yang kalem tetapi serius yaitu Kang Lukman Nugraha yang akrab dipanggil ‘Lulu’. Dalam kinerja, hampir sama dengan kepengurusan sebelumnya, hanya saja ada satu gebrakan yang hebat dan banyak dikagumi oleh orang yaitu tentang seminar pendidikan yang bertemakan kurikulum berbasis kompetensi dalam bahasa Inggris yang mendapat applause dari guru-gu­ru. Bahkan di kalangan rektorat sendiri sempat angkat jempol dengan kegiatan tersebut.



THE WRITER-PRESIDENT
*****
Kemudian pada periode 2003-2004 SAEED di amanahkan kepada seorang yang gemar menulis yaitu Kang Ceceng yang akrab dipanggil ‘Bung Johan’ kepengurusan ini sering ada selentingan kepengurusan yang diktator (kata sebagian orang mah). Namun demikian, Bung Johan dapat mengharumkan nama SAEED di Bandung khususnya di kalangan IAIN SGD Bandung dengan mengedepankan program-programnya, diantaranya: English Journal, Studium Generale, Pelatihan Protokoler, Seminar Pendidikan, Seminar Kewanitaan, Study comparative, study club to other university, English talk show dan bedah buku.


THE GREAT SIXTH
******
Masa selanjutnya (2004-2005) di handle oleh seorang yang wibawa tetapi sedikit idealis, yaitu Khoerudin (Kang O’eng) merupakan masa yang sulit, karena mempunyai tang­gung jawab yang besar untuk bisa menyatukan seluruh Ma­hasiswa PBI. Kinerja masa ini bisa di bilang kompak tetapi dalam masalah pembundelan dokumen masih kurang terorganisir dengan baik. Meskipun begitu, pada masa ini banyak program yang di usung dan berhasil dilaksanakan di antaranya Milad, OT (Organizer Training), pelatihan Grammar, Conversation Club, Bursa Buku dll.


TEAMWORK CABINET
*******
Pada tahun 2005-2006, bagian Kang Yasir dan kawan-kawannyalah yang memimpin SAEED. Dia bergerak dengan berciri khas Teamwork pada kabinetnya, berusaha untuk meny­atukan persepsi dalam melandingkan suatu kegiatan. Orang-orang pada masa priode kepemimpindan Kang Yasir (yang sering dipanggil Kuntet) adalah orang yang luar biasa. Mereka dapat mengadakan berbagai kerjasama dengan perusahaan seperti Mayora, OT, dll. Disamping itu juga mereka dapat mengadakan seminar pendidikan akbar tetang GBA (Genre Based Approach) yang dapat mengundang Ketua Diknas Jawa Barat, Relo, Assafiah, dan ahli kurikulum UPI.


THE Mr. GRAMMAR
********
Kemudian pada periode 2006-2007 SAEED diamahkan kepada Kang Dodi yang dipanggil Man gOdod yang terkenal dengan kemampuan grammarnya. Dalam kepengurusan SAEED dibawah kang Dodi SAEED memiliki berbagai program dalam bidang pendidikan, olahraga maupun dalam bakti sosial yang dilak­sanakan di manglayang. SAEED juga mampu mengundang Ebith Beat A.


INTEGRATED CABINET
*********
Selanjutnya pada periode 2007-2008, SAEED diamanahkan kepada Sopyan Saori yang biasa dipanggil kang Saori. Kabinetnya bernama ‘Integrated Cabinet’ yang mencoba untuk menonjolkan kebulatan tekad dalam meningkatkan karakter jurusan pendidikan bahasa Inggris, diantaranya: berusaha keras untuk bisa membuka pikiran kita dalam memperluas kemampuan berbahasa inggris, meningkatkan kreatifitas dan persatuan seluruh mahasiswa PBI.


RENAISSANCE ERA
**********
Pada periode 2008-2009, tanggal 23 Juni 2008 SAEED diamanahkan kepada Muhammad Reza Pahlevi yang akrab dipanggil ‘haji. Adapun nama kabinetnya adalah ‘Renais­sance Cabinet’ yang mengandung makna bangkit kembali. Visi cabinet ini adalah membuat SAEED sebagai pusat dalam pengembangan kemampuan berbahasa inggris, intelektual, dan spiritual mahasiswa PBI. Sedangkan missinya yaitu memotivasi mahasiswa PBI agar lebih baik, memiliki aspek intelektual dan spiritual, dan mempererat persatuan seluruh mahasiswa PBI melalui seni dan olahraga.


THE REVOLUTIONARIES
***********
Pada periode 2009-2010, 11 Agustus 2009 SAEED memiliki pemimpin baru. Namanya Gugun Gumilar atau sering dipaggil kang Gugun. Beliau mempunyai kerangka dan pola pikir untuk membangun SAEED menjadi lebih kompetitif dan lebih cerah untuk ke depannya. Periode ini diberi nama “Revolution Cabinet”. Visi beliau adalah mengembangkan dan meningkatkan kemampuan seluruh mahasiswa PBI berdasarkan prinsip Tri Dharma dengan memberikan kesempatan-kesempatan untuk sukses dalam pengembangan bidang akademik dan professional. The Revolution Cabinet 2009 memiliki motto “Let’s hold the world be one with SAEED”. Pada periode ini SAEED un­tuk pertamakalinya mengadakan Seminar Pendidikan Interna­sional dengan speaker dari US embassy, dan juga mengada­kan Annual SAEED National Competition yang di Juara Umumi oleh UIN Bandung.


HELLO MR. FRA!
************
Selanjutnya, periode 2010-2011, SAEED dipimpin oleh kang Yusuf Hamzah yang akrab dipanggil Kang Ucup. Dengan berbekal pengalaman dan cita-cita yang luhur dalam memajukan roda organisasi, Yusuf Hamzah mengemban visi luar biasa yaitu untuk “Men­jadikan PBI sebagai jurusan yang kompetitif”. Selain itu ia juga menyempurnakan visinya dengan tiga misi yaitu: men­jadikan bahasa Inggris sebagai bahasa ciri mahasiswa PBI, mempererat hubungan silaturrahim antar sesama pengurus dan warga PBI, dan meningkatkan skill mahasiswa PBI dalam hal akademis dan non-akademis. Kabinetnya bernama “Fraternity Cabinet” yang berarti persaudaraan dan kekeluargaan. Fraternity cabinet adalah kabinet pertama SAEED yang memiliki maskot dan logo kabinet yang melambangkan visi, misi, dan jiwa SAEED Fraternity.Beberapa prestasi yang telah dicapai oleh Fraternity cabi­net dalam awal kepengurusannya yaitu: Terpilihnya Sekum 1 Fraternity cabinet sebagai ketua IKAMABSI (Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris) Jawa Barat, Juara 3 Mojang Jajaka Cimahi (mewakili UIN Bandung), Juara 3 Lomba Fotografi UPI (Mewakili Uin Bandung), Juara Umum AECS (Annual English Contests and Seminar) UPI 2010.


THE SECOND WOMAN OF SAEED
*************
Pada periode 2011-2012, SAEED dipimpin oleh seorang perempuan pintar yang bernama Listy Hikmatin yang akrab dipanggil teh Listy. Beliau merupakan “Hawa” kedua yang menjadi ketua SAEED setelah teh Icha. Dengan pribadinya yang ramah tamah dan memiliki cita-cita yang tinggi dalam memajukan SAEED, teh Listy merangkul seluruh mahasiswa PBI untuk bisa lebih bersatu dalam kebersamaan berkreatifitas tanpa melihat perbedaan angkatan sesuai dengan kabinet periode ini yang bernama “UNITY CABINET” yang berarti persatuan. Dengan harapan bisa menjadikan seluruh mahasiswa PBI UIN Bandung lebih aktif dalam mengembangkan pengetahuan baik di bidang akademik maupun di bidang non akademik, UNITY cabinet memberikan program-program yang bisa diikuti oleh seluruh mahasiswa PBI yang meliputi bidang olahraga, kesenian, sosial, pengembangan kemampuan berbahasa inggris, spiritual dan kreatifitas.


THIS IS REFORMATION!
**************
        2012-2013 adalah masa bagi Aip Syaeful Uyun atau sering dipanggil Kang Aip, untuk membawa bahtera SAEED menuju pelabuhan yang lebih baik.Kang Aip ini adalah pemimpin yang baik hati dan legowo.Dengan speechnya yang terkenal ‘Let’s do the best and let Allah do the rest’ Kang Aip sering kali membangkitkan semangat bagi para rekan-rekannya. Pada masanya Kang Aip membuka SAEED Camp menjadi umum, yaitu terbuka untuk seluruh anggota SAEED yang notabene mahasiswa PBI sehingga berubahlah namanya menjadi PBI Camp.Pada masanya, banyak sekali acara-acara hebat yang berhasil digelar.Seperti EFO, dan rangkaian acara Milad. Dan pada masanya, anggota pengurus dan volunteer yang berbakat di bidang digital design dan artwork mulai banyak diberdayakan.


THE NEW BIRTH OF INCEPTION
***************
 Kang Cecep Hasanuddin adalah Ketum SAEED masa 2013-2014.Kabinetnya bernama Inception yang berarti harapan dan awal kebangkitan baru.Dan pada masanya banyak sekali yang berubah dari konsep kabinet sebelumnya.Bukan haluannya yang berubah, tapi konsep acara dan instrumen pendukung acara-acara SAEED.Pada masanya, semua orang diberdayakan di masing-masing skill tertentu sehingga melahirkan zaman yang banyak dikagumi orang-orang.Beliau adalah pemimpin yang asik walau sedikit galak dan idealis.Tapi itu yang menjadikan semua acara SAEED bisa landing apapun caranya.Pada masanya setiap acara SAEED diiringi video official.Inilah hal yang pertama dan inovatif dari SAEED.Lalu konsep acara Milad yang didominasi konsep Fun, Young, and Creative.Pada masanya banyak program-program baru seperti Fun Walk, Flash Mob, PBI Futsal League, dan lain sebagainya.


BRAVURA:RISE FROM ASHES
******************
Bravura yang berarti kecemerlangan, kegemilangan, dan semangat yang berapi-api menjadikan para anggota SAEED Bravura yang biasa menyebut dirinya Bravurian, bekerja dengan penuh semangat juang seekor Phoenix yang menjadi ikon pada kabinet ini. Kang Miftah Khoer Zaelani yang terpilih menjadi ketua memberikan otoritas konsep sepenuhnya kepada kabinet yang dibawahinya. Dan masalah-masalah yang muncul pun bisa sepenuhnya teratasi berkat orang-orang besar di kabinet ini. Program yang dulu pernah berjalan pada kabinet sebelumnya berjalan juga di kabinet ini. Dan satu hal yang unik ialah munculnya ‘Bayi Ajaib’ dari kabinet ini, yaitu multimedia sebagai divisi baru yang menyabet predikat sebagai divisi terbaik dan divisi PAO sebagai divisi terkompak.


No comments:

Post a Comment